• arnaku
    Senin, 06-03-2017 20:04 WIB
    Terima kasih Rohani. Sebenarnya tidak ada patokan pasti berapa lama waktu yang diperlukan. Beberapa nama yang Anda sebut itu ada yang di Bandung bagian utara (Tangkuban Parahu), ada yang di tengah kota (Trans Studio dan Museum Asia Afrika) dan ada di Bandung bagian selatan (Kawah Putih dan Cibaduyut). Yang jelas, akan sulit kalau dalam satu hari hendak ke dua lokasi yang berlawanan tempat, antara Bandung bagian Utara dan bagian selatan sekaligus.
  • Rohani
    Senin, 06-03-2017 19:58 WIB
    Arnaku, untuk wisata di Bandung dan sekitar, sebenarnya perlu waktu berapa lama? beberapa nama yang cukup populer seperti Tangkuban Perahu, Kawah Putih, Trans Studio, Factory outlet, Cibaduyut, Museum Asia Afrika dan beberapa tempat yang populer.
  • arnaku
    Senin, 06-03-2017 19:46 WIB
    Terima kasih Pak Deni, dengan senang hati kami menerima tulisan atau artikel dari pengunjung situs kami. Temanya tentu saja yang berkaitan dengan dunia wisata. Bisa berdasarkan pengalaman atau pun berdasarkan referensi dan kepustakaan. Asalkan tulisan itu bukan plagiat atau menjiplak orang lain.
  • arnaku
    Senin, 06-03-2017 19:43 WIB
    Bu Yuli, terima kasih dan mohon maaf baru balas. Soal villa, bisa sewa villa saja juga bisa paket tour dan service sesuai dengan yang Anda butuhkan.
  • Deni
    Rabu, 08-02-2017 09:21 WIB
    Hai arnaku, bisakah kami mengirimkankan artikel untuk dimuat di arnaku? apakah temanya bebas? Terima kasih
Kontak Kami
 

Jl. Rajamantri Tengah No. 4
Bandung. 40264. Indonesia

Phone +62 812 2240 8615 (phone/WA)
+62 22 615 777 74

 

Peta Bandung

Meniti Jalan Kopi (Coffee Tour)

Pahit dan manis bertemu dalam kehangatan, begitu gambaran seorang tentang kopi yang dinikmatinya saat pagi hari.  

Secangkir, atau segelas kopi, memang bukan hanya aroma dan rasa, tapi juga ada emosi, spirit, dan imajinasi. Betapa banyak cerita orang-orang yang sulit memulai aktivitasnya tanpa diawali dengan secangkir kopi.

Kini, kita tahu, secangkir kopi juga jadi sebentuk gaya hidup yang kita temui setiap saat: dari tukang asong di pinggir jalan, warung emperan dan kaki lima, kedai-kedai yang bertebaran, sampai di mall dan hotel yang wangi.

Sejarah kopi sendiri memang merentang panjang. Sejak 1000 tahun SM suku Galla Afrika sudah mengenal kopi. Tahun 700-an dikenal oleh orang-orang Arab di Yaman sebagai minuman berenergi yang kemudian dikenal lebih luas, bersamaan dengan penyebaran agama Islam.

Di Indonesia, sejarah kopi tercatat berawal pada 1696  yang dibawa oleh Belanda,  kemudian ditanam di Batavia dan Jawa Barat—lebih dulu dibandingkan sejarah kopi Brazil (1727) dan  kini menjadi penghasil kopi terbesar di dunia.

Tahun 1711 Belanda (VOC) sudah mengekspor hasil tanaman kopi dari Tanah Jawa.  Masa itu kopi adalah komoditi yang paling dicari di perdagangan dunia. VOC kemudian menggenjot produksi dengan Preanger Stelsel. Petani di tanah Sunda wajib menanam kopi, bukan teh atau tebu.

Menurut Jan Breman, Guru Besar di Universiteit van Amsterdam, Preanger Stelsel inilah yang menjadi cikal bakal  Cultuurstelsel yang diterapkan pada masa Van Den Bosh untuk mengeruk kekayaan dari Hindia Belanda.

Meniti Jalan Kopi atau Coffee Tour adalah perjalanan sehari tentang kopi di Tanah Priangan, tempat awal sejarah kopi di Indonesia bermula. Tepatnya di perkebunan kopi Pangalengan,  kawasan sejuk di Bandung Selatan.

Dalam sehari kita akan berada di perkebunan kopi, mendengar kisahnya, memetik buahnya, melihat proses pengolahannya, proses sangrai, penggilingan dan menikmati yang pahit dan manis dalam kehangatan (secangkir kopi) di ketinggian 1500-an meter di atas permukaan laut. Menikmati dalam wujudnya yang masih asli.

Tentu ada seorang ahli kopi akan mendampingi sebagai pemandu.

Lebih lanjut perihal coffee tour, kontak (telp/WA)  ke: 0813 2240 8615

- foto-foto: amar faishal dan faqih asyikin

Tour-Package Terkait