• arnaku
    Selasa, 26-03-2019 10:44 WIB
    Pak Ikhsan yang baik, Kami bisa melayani penyewaan sepeda untuk luar kota. Sepeda bisa diantar dan diambil di lokasi acara. Memang ada biaya tambahan untuk pengiriman kalau di luar Bandung. Dan untuk luar Bandung minimal 30 sepeda. Kalau untuk acara di Bandung minimal 15 sepeda.Untuk informasi lebih lanjut bisa kontak Telp/WA: 0813 2240 8615
  • Ikhsan Hadi
    Selasa, 26-03-2019 10:39 WIB
    Mau tanya, kalau sewa sepeda untuk acara di luar kota apa bisa? Sepeda bisa diantar dan berapa biaya sewanya?
  • Arnaku
    Rabu, 20-02-2019 08:59 WIB
    studi banding dan sharing pendidikan berupa kunjungan ke sekolah sekolah pilihan yang utamanya ada di Bandung. Bisa sekolag umum atau sekolah Islam Untuk tingkat TK, SD, SMP atau SMA. Biasanya ada hal khusus, seperti tentang kelas inklusi, tentang boarding school, tentang kurikulum, program ekstrakurikuler dan lain-lain. Kami nanti akan usulkan sekolah sesuai dengan keperluannya. Terima kasih.
  • Taufik Nur
    Rabu, 13-02-2019 11:54 WIB
    Kalau acara studi banding sekolah apa lokasinya ada di kota Bandung atau di luar Bandung?
  • Arnaku
    Senin, 03-12-2018 11:02 WIB
    Alif AR, di Bandung kini memang makin banyak yang jalan-jalan dengan bersepeda. Di sejumlah lokasi jalan, memang tersedia penyewaan sepeda, seperti di Jl. Asia Afrika, Jl. Martadinata (Riau) atau yang lain. Soal Berapa lamanya sebenarnya tergantu ke mana saja lokasi yang dituju. Umumnya orang yang berwisata adengan bersepeda ke lokasi lokasi bersejrah atau tempat yang bagus untuk berfoto, seperti seputara Jl. Asia Afrika, Gedung Sate, Balaikota, Monumen Berjuangan dan Gasibu. Ada yang 2 jam sudah merasa cukup, ada juga yang sampai tengah hari, bahan sore. Memang tergantung pada minat dan kepentingannya, sih... Mangga dicoba sepehan di Bandung, he he he...
Kontak Kami
 

Jl. Rajamantri Tengah No. 4
Bandung. 40264. Indonesia

Phone +62 812 2240 8615 (phone/WA)
+62 22 615 777 74

 

Peta Bandung

Cinderamata Bandung: Gamelan Mini

Mengenalkan alat musik tradisional khas daerah-daerah di Indonesia, bisa dengan membuat alat musik tersebut dalam bentuk yang kecil. Sehingga mudah di bawa kemana saja, dan bisa di bawa pulang untuk cinderamata.

Pengrajin alat musik tradisional Sunda asal Bandung, Tine Mulyatini, 42 tahun, mencoba mengenalkan alat musik asal tanah Priangan pada wisatawan dengan mengemasnya ke dalam bentuk yang kecil dan ekslusif. Berbekal kecintaanya pada kesenian Sunda, Tine bisa membawa miniatur Gamelan, instrument alat musik dari Jawa Barat ke negeri Kincir Angin, Belanda.

Sekitar tahun 2005, perempuan lulusan D3 jurusan komputer itu berniat mengenalkan alat musik Waditra dengan membuat miniaturnya. Waditra dalam istilah Sunda berarti sebutan untuk alat-alat yang menimbulkan suara atau bunyi. Dari tekniknya, pemakaiannya mulai dari alat musik yang ditiup, digesek, dipukul, dan ditepuk. Bentuk penyajian Waditra biasanya digunakan dalam seni pertunjukkan seperti degung, kecapi suling, upacara adat, dan lain-lain. Sementara alat musik yang biasa digunakan yaitu Gendang, Goong, Rebab, Bonang dan masih banyak lagi.

Mengawali niatnya, Tine membuka usaha mikro di bidang kerajinan dengan membuat kecapi terlebih dahulu yang dijual satuan. Mengusung merek Waditra Craft, Tine bermaksud untuk menanamkan kebanggan dan penghargaan terhadap seni budaya Sunda pada masyarakat Jawa Barat dan luar kota bahkan luar negeri.

Miniatur Kecapi mulanya dikemas secara sederhana dengan kemasan yang natural. Kemudian, kecapi berukuran 12 cm – 17 cm itu semakin dikenal dan banyak dipesan oleh perusahaan-perusahaan sebagai cinderamata. Seiring dengan pemesanan yang semakin banyak, Tine kemudian menambah produksi alat musiknya menjadi satu set gamelan dengan alat musik goong, gendang, bonang, rebab, gambang, saron, angklung hingga goong buyung.

Kemasan pun dibuat elegan, yang mulanya dengan hanya ditempatkan pada sebuah mika, kini dibuat dengan kaca dan ornament batik. Bahkan dilengkapi dengan speaker yang bisa mengeluarkan instrument dari gamelan tersebut. Miniatur pun semakin ekslusif dengan penambahan lampu di sekitar kemasan.

Hingga kini, miniatur Gamelan Waditra Craft sudah banyak dipesan wisatawan Jakarta, Tangerang, Bali dan mengikuti pameran di Belanda dan Cina. Selain itu, Waditra Craft juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MUSI) membuat miniatur Gamelan terkecil dengan ukuran satu centimeter.

Untuk sampai ke museum mini tersebut, dari tol Pasteur ambil arah ke jalan Dago atau Ir Juanda hingga sampai Simpang Dago. Dari pasar Simpang ambil jalan memutar ke arah Tubagus Ismail dan Sadang Serang Bandung. Apabila dari terminal Cicaheum Bandung, bisa naik angkutan umum ke Jalan Cikutra Bandung yang kemudian mengarah ke Jalan Sadang Serang atau Tubagus Ismail Bandung.


Diolah dari berbagai sumber

News-from-Bandung Terkait