• Arnaku
    Senin, 03-12-2018 11:02 WIB
    Alif AR, di Bandung kini memang makin banyak yang jalan-jalan dengan bersepeda. Di sejumlah lokasi jalan, memang tersedia penyewaan sepeda, seperti di Jl. Asia Afrika, Jl. Martadinata (Riau) atau yang lain. Soal Berapa lamanya sebenarnya tergantu ke mana saja lokasi yang dituju. Umumnya orang yang berwisata adengan bersepeda ke lokasi lokasi bersejrah atau tempat yang bagus untuk berfoto, seperti seputara Jl. Asia Afrika, Gedung Sate, Balaikota, Monumen Berjuangan dan Gasibu. Ada yang 2 jam sudah merasa cukup, ada juga yang sampai tengah hari, bahan sore. Memang tergantung pada minat dan kepentingannya, sih... Mangga dicoba sepehan di Bandung, he he he...
  • Alif AR
    Senin, 03-12-2018 10:49 WIB
    Mau tanya kalau jalan jalan di kota Bandung dengan sepeda itu perlu waktu berapa lama? Mohon infonya, terima kasih
  • Arnaku
    Jumat, 16-11-2018 14:20 WIB
    Susiana, kawasan bersejarah Bandung cukup banyak. Ada Gedung Sate, Jl. Braga yang mendapat julukan Paris van Java, Gedung Asia Afrika yang dulu merupakan gedung pertemuan para pengelola perkebunan di tanah Priangan. Tentang sejarah tempat tempat itu Anda bisa telusuri lewat internet. Cukup banyak informasi yang tersedia.
  • Arnaku
    Jumat, 16-11-2018 14:17 WIB
    Kang Tedy, sebenarnya tidak bisa dipastikan berapa banyak lokasi yang bisa dikunjungi dalam sehari, tergantung lokasi dan berapa lama Anda berada di lokasi wisata itu. Tapi sebaiknya kalau Anda memilih lokasi wisata berada di wilayah yang sama, misalnya di Bandung Utara ada Tangkuban Parahu, Orchid Forest, Floating Market dan lain lain. Kalau di Bandung wilayah selatan ada Kawah Putih, Ranca Bali, Situ Patenggang dan lain-lain
  • arnaku
    Jumat, 16-11-2018 14:13 WIB
    Kamilah, di Bandung ada mobil khusus untuk wisata, namanya Banros, kependekan dari Bandung Tour On Bus. Mobil ini ada trayek khusus untuk wisata yang melewati beberapa tempat bersejarah seperti Gwdung Sate, Jl. Braga, Asia Afrika dan lain-lain. Bisa naik dari beberapa tempat seperti alun-alun, atau Balaikota. Selamat mencoba dan menikmati.
Kontak Kami
 

Jl. Rajamantri Tengah No. 4
Bandung. 40264. Indonesia

Phone +62 812 2240 8615 (phone/WA)
+62 22 615 777 74

 

Peta Bandung

Cinderamata Bandung: Gamelan Mini

Mengenalkan alat musik tradisional khas daerah-daerah di Indonesia, bisa dengan membuat alat musik tersebut dalam bentuk yang kecil. Sehingga mudah di bawa kemana saja, dan bisa di bawa pulang untuk cinderamata.

Pengrajin alat musik tradisional Sunda asal Bandung, Tine Mulyatini, 42 tahun, mencoba mengenalkan alat musik asal tanah Priangan pada wisatawan dengan mengemasnya ke dalam bentuk yang kecil dan ekslusif. Berbekal kecintaanya pada kesenian Sunda, Tine bisa membawa miniatur Gamelan, instrument alat musik dari Jawa Barat ke negeri Kincir Angin, Belanda.

Sekitar tahun 2005, perempuan lulusan D3 jurusan komputer itu berniat mengenalkan alat musik Waditra dengan membuat miniaturnya. Waditra dalam istilah Sunda berarti sebutan untuk alat-alat yang menimbulkan suara atau bunyi. Dari tekniknya, pemakaiannya mulai dari alat musik yang ditiup, digesek, dipukul, dan ditepuk. Bentuk penyajian Waditra biasanya digunakan dalam seni pertunjukkan seperti degung, kecapi suling, upacara adat, dan lain-lain. Sementara alat musik yang biasa digunakan yaitu Gendang, Goong, Rebab, Bonang dan masih banyak lagi.

Mengawali niatnya, Tine membuka usaha mikro di bidang kerajinan dengan membuat kecapi terlebih dahulu yang dijual satuan. Mengusung merek Waditra Craft, Tine bermaksud untuk menanamkan kebanggan dan penghargaan terhadap seni budaya Sunda pada masyarakat Jawa Barat dan luar kota bahkan luar negeri.

Miniatur Kecapi mulanya dikemas secara sederhana dengan kemasan yang natural. Kemudian, kecapi berukuran 12 cm – 17 cm itu semakin dikenal dan banyak dipesan oleh perusahaan-perusahaan sebagai cinderamata. Seiring dengan pemesanan yang semakin banyak, Tine kemudian menambah produksi alat musiknya menjadi satu set gamelan dengan alat musik goong, gendang, bonang, rebab, gambang, saron, angklung hingga goong buyung.

Kemasan pun dibuat elegan, yang mulanya dengan hanya ditempatkan pada sebuah mika, kini dibuat dengan kaca dan ornament batik. Bahkan dilengkapi dengan speaker yang bisa mengeluarkan instrument dari gamelan tersebut. Miniatur pun semakin ekslusif dengan penambahan lampu di sekitar kemasan.

Hingga kini, miniatur Gamelan Waditra Craft sudah banyak dipesan wisatawan Jakarta, Tangerang, Bali dan mengikuti pameran di Belanda dan Cina. Selain itu, Waditra Craft juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MUSI) membuat miniatur Gamelan terkecil dengan ukuran satu centimeter.

Untuk sampai ke museum mini tersebut, dari tol Pasteur ambil arah ke jalan Dago atau Ir Juanda hingga sampai Simpang Dago. Dari pasar Simpang ambil jalan memutar ke arah Tubagus Ismail dan Sadang Serang Bandung. Apabila dari terminal Cicaheum Bandung, bisa naik angkutan umum ke Jalan Cikutra Bandung yang kemudian mengarah ke Jalan Sadang Serang atau Tubagus Ismail Bandung.


Diolah dari berbagai sumber

News-from-Bandung Terkait